[{"id":"1","namapenyakit":"Demam Berdarah Dengue (DBD)","keterangan":" Apa itu penyakit demam berdarah dengue (DBD)? Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit akut akibat infeksi virus dengue pada manusia. Infeksi virus ini dibawa oleh nyamuk yang dikenal dengan sebutan Aedes Aegypti serta Aedes Albopictus betina. Orang yang berisiko terkena demam berdarah adalah orang yang tinggal di daerah pinggiran dan kumuh, orang yang tinggal di lingkungan yang lembab, serta anak-anak berusia di bawah 15 tahun.\r\n Penyebaran penyakit ini adalah melalui gigitan nyamuk Aedes betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah. Virus memasuki tubuh manusia melalui gigitan nyamuk ini yang menembus kulit. Setelah itu disusul oleh periode tenang selama kurang lebih 4 hari, saat itu virus melakukan replikasi secara cepat dalam tubuh manusia. Apabila jumlah virus sudah cukup maka virus akan memasuki sirkulasi darah dan pada saat ini manusia yang terinfeksi akan mengalami gejala panas.\r\n\r\na. Gejala\r\n Gejala seseorang terkena demam berdarah adalah demam tinggi (38-40oC) yang berlangsung 2 sampai 7 hari. Kepala akan terasa sangat sakit, terdapat bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah, pendarahan pada hidung dan gusi, mudah timbul memar pada kulit. Gejala yang lainnya biasanya ditandai dengan rasa sakit pada perut, mual, muntah, jatuhnya tekanan darah, pucat, rasa dingin yang tinggi terkadang disertai pendarahan dalam.\r\n\r\nb. Pencegahan\r\n pencegahan demam beerdarah dapat dilakukan dengan memberantas jentik-jentik nyamuk demam berdarah dengan cara melakukan PSN (pembersihan sarang nyamuk). Berikut upaya\/cara mudah untuk mencegah demam berdarah, yaitu:\r\nBersihkan dan kuras tempat penyimpanan air seperti bak mandi,drum, dan lain-lain minimal seminggu sekali\r\nTutuplah rapat-rapat tempat penampungan air\r\nKubur atau buanglah barang-barang bekas pada tempatnya\r\nTutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen\r\nLipatlah pakaian\/kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap\r\nUntuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras,taburkan serbuk ABATE ke dalam genangan air tersebut.\r\n\r\nCara untuk memberantas nyamuk demam berdarah, yaitu:\r\nPenyemprotan dengan menggunakan zat kimia\r\nPengasapan dengan insektisida (fogging)\r\nMemasukkan ikan cupang ke dalam tempayan\r\nMemutus daur hidup nyamuk dengan menggunakan ovitrap\r\n\r\n\r\nc. Penanggulangan\r\n Jika telah didiagnosis dan telah ditetapkan bahwa penderita terinfeksi virus dengue maka penderita harus segera diberi pengobatan, dengan cara:\r\nUntuk mengatasi demam dapat diberikan parasetamol, selama demam mencapai 39 oC paling banyak 6 dosis dalam 24 jam.\r\nUntuk mengganti cairan yang hilang, untuk pertolongan pertama dapat diberi oralit atau jus buah-buahan\r\nAntibiotik dapat diberikan apabila terjadi infeksi sekunder\r\nOksigen dapat diberikan pada saat penderita syok atau pingsan\r\nTransfusi darah diberikan apabila penderita mengalami pendarahan yang signifikan.","gambar":"dbd.jpg"},{"id":"2","namapenyakit":"Malaria","keterangan":"Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.\r\n\r\na. Daur Hidup Malaria\r\n penyakit malaria ada 4 jenis, dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda-beda, yaitu:\r\n\r\n\r\nMalaria tertiana, disebabkan oleh plasmodium vivax, penderita merasakan demam yang muncul setiap hari ketiga.\r\nMalaria quartana, disebabkan oleh plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat.\r\nMalaria serebral, disebabkan oleh plasmodium falciparum, penderita mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak\r\nMalaria pernisiosa, disebabkan oleh plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.\r\n Infeksi malaria pada manusia terjadi bila nyamuk anopheles betina menggigit manusia dan nyamuk akan melepaskan parasit-parasit ke dalam pembuluh darah, sebagian besar dalam waktu 45 menit akan menuju ke hati dan sebagian kecil sisanya akan mati di darah. Parasit akan berkembang di dalam hati yang akan merubah bentuk dan menyebar di seluruh pembuluh darah, dan pada plasmodium vivax dan ovale akan menjadi bentuk yang dapat bertahan bertahun-tahun yang memungkinkan terjadinya malaria berulang.\r\n\r\nb. Gejala\r\n Tanda dan gejala penyakit malaria pada umumnya biasanya masa tunas atau inkubasi penyakit ini dapat terjadi selama beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh atau pekat karena mengandung hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.\r\n Namun demikian, tanda yang ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4-6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap dua hari.\r\n\r\nc. Pencegahan\r\n Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit malaria, sebagai berikut:\r\n\r\n\r\nPembersihan sarang nyamuk (PSN)\r\nPemberian obat chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria\r\nBerusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk\r\nd. Penanggulangan\r\n Upaya penanggulangan dilakukan dengan pencarian penderita, yaitu dengan mass fever survey (pemeriksaan massal penderita demam) dilanjutkan pengobatan massal, penyuluhan, pemberantasan vektor malaria, yaitu nyamuk Anopheles sp., serta peningkatan peran serta aktif masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, lintas sektor dan dunia usaha.\r\n Tujuan penanggulangan malaria dengan cara pengobatan adalah untuk menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mengurangi kesakitan, mencegah komplikasi, serta mengurangi kerugian sosial ekonomi akibat malaria.\r\n","gambar":"malaria.jpg"},{"id":"3","namapenyakit":"bronitis","keterangan":"asdadasdad sadasdas ad adsasd ","gambar":".\/images\/bronitis.17.jpg"}]